| Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah |
Mendengar kata laut, slah satu yang terlintas di pikiran kita adalah air asin. Namun pemikiran itu akan menjadi aneh saat kita mendengar kata "Danau Laut Tawar", karena laut kenapa bisa tawar?. Ya begitulah nama danau ini, masyarakat menamai Laut karena begitu luasnya danau tersebut dan rasa tawar yang ada di air danau tersebut sehingga menjadikan danau tersebut menjadi Danau Laut Tawar.
Matahari yang bersinar cerah tidak serta merta membuat cuaca menjadi
panas saat saya memasuki kota Takengon, Aceh Tengah. Hal tersebut dikarenakan kota Takengon yang
termasuk dalam daerah dataran tinggi di Tanah Rencong. Sesampainya di kantor
BPS Aceh Tengah yang jadi persinggahan saya, saya hanya menaruh barang bawaan saya dan
beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan untuk menikmati salah satu
danau terindah di dunia, yaitu Danau Laut Tawar.
Tujuan pertama saya untuk menikmati Danau Laut Tawar adalah Panton
Terong. Panton Terong sendiri adalah sebuah bukit yang menjadi salah satu titik
terbaik untuk menikmati pemandangan Danau Laut Tawar, karena dari tempat tersebut kita dapat
melihat keseluruhan kota Takengon, hamparan Danau Laut Tawar yang hampir
menyeluruh serta perbukitan yang mengelilingi danau menjadi satu kesatuan yang bila melihatnya mata kita seakan sedang
disuguhi sebuah hidangan panorama yang
paling lezat. Belum lagi jika ada langit cerah yang dihiasi awan biru serta
gumpalan awan yang menggantung di udara di sekitar bukit, itu semakin menambah
kelezatan hidangan pemandangan di depan kita jika berada di Panton Terong.
Terletak di atas bukit kita tidak perlu
khawatir kepanasan walaupun kita datang kesana dalam cuaca yang terik, karena
ada semacam pondokan yang bisa menaungi kita untuk bersantai menikmati
keindahan pemandangan. Di dalam pondokan itu kita bisa melakukan aktivitas
makan bersama atau sekedar menyeruput kopi khas gayo yang tentunya harus kita
siapkan sebelum kita berangkat kesana.
| pemandangan dari bukit sekitar danau |
| pondokan di panton terong |
Bila kurang puas dari bawah pondokan, kita bisa menuju anjungan yang
persis berada di bibir jurang bukit. Dari sana kita bisa memandangi landscape
alami yang merupakan lukisan alam yang begitu megah searah 360o
kemanapun mata kita memandang tanpa halangan apapun. Bila kita berada di
anjungan itu kita akan merasakan breathtaking
moment yang disebabkan begitu
dekatnya kita dengan ujung jurang sekaligus kepuasan kita memandang keanggunan
pemandangan Danau Laut Tawar dan kota takengon yang tersaji di titik tersebut.
| pemandangan dari panton terong membuat nafas berhenti untuk sesaat |
Beranjak dari bukit Panton Terong, kita dapat menikmati Danau Laut tawar
sembari makan siang dan menikmati rujak buah khas takengon di warung-warung
yang berada tepat berada di pinggir danau. Di tengah danau terdapat jermal-jermal
tempat masyarakat berbudidaya ikan air tawar. Kebetulan dari warung yang kami
singgahi terdapat rakit untuk menyebrang ke jermal tersebut. Pemandangan yang disajikan dari pinggir
maupun dari tengah danau tidak kalah indah dengan apa yang dapat disaksikan
dari atas bukit. Dari bawah sini, kita dapat melihat kegagahan bukit - bukit di
sekitar danau yang mengelilingi Danau Laut Tawar. Para nelayan maupun
masyarakat yang berbudidaya ikan lokal yang sedang beraktifitas juga bisa kita
saksikan di sini. Alangkah sempurnanya persinggahan di warung itu dengan menu
ikan bakar spesial yang disajikan begitu nikmatnya.
| view from beside the lake |
| view dari jermal nelayan lokal |
Jangan lupa memasukkan Danau Laut Tawar dalam rencana perjalanan jika
Anda ingin merasakan keindahan alam, atmosfir
kharismatik keramahan suku gayo, serta kuliner spesial yang dapat kita nikmati
dengan pemandangan yang luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar