Selasa, 28 April 2015

Gayo Lues, Negeri Seribu Bukit

Sungai dalam perjelanan menuju air terjun Rereba

Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang hampir seluruh wilayahnya terletak di dataran tinggi selain Kabupaten Aceh Tengah. Jika mendengar kata Gayo, maka tiga hal yang terpikir oleh kita adalah suku, kopi, dan tarian khas. Tidak salah memang jika kita berpikir demikian, karena tiga hal tersebut yang melekat dengan kata Gayo.
Namun tahukah Anda, bahwa Gayo Lues sebenarnya juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah indah dengan objek wisata dalam negeri dan luar negeri sekalipun. Melimpahnya pohon pinus dan kesejukan udara di Gayo Lues dapat membawa kita bagaikan berada di Montana , Amerika Serikat. Julukan “Negeri Seribu Bukit”  memang sangat pantas disematkan untuk wilayah ini karena memang kontur alamnya yang berbukit-bukit. Ketika saya berkunjung ke Gayo Lues, saya memulai perjalanan dari kota Takengon. Jam 2 dini hari mobil L300 menjemput saya untuk beranjak meninggalkan Takengon menuju Blangkejeren, yang merupakan ibukota Gayo Lues. Sekitar jam 9 pagi mobil yang saya tumpangi telah sampai di kantor BPS Kabupaten Gayo Lues, dimana teman saya yang akan mengantar saya berkeliling telah menunggu. Objek pertama yang saya kunjungi setelah rehat sejenak adalah air terjun bertelaga biru di desa Rerebe, kecamatan Tripe Jaya yang dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan sepeda motor dari Blangkejeren.
Perjalanan menuju air terjun Rerebe menyuguhkan pemandangan alam yang mirip dengan latar tempat di film series  “Twilight” yakni jalanan berbukit dengan dipenuhi  susunan pohon pinus di pinggir jalan dan hampir sejauh mata memandang. Sesekali kita akan melewati desa yang dipenuhi dengan pemukiman warga dan beberapa hamparan sawah. Namun begitu keluar dari desa maka pohon pinus lah yang setia menemani perjalanan kita. Sungai yang membelah bukit begitu bersih dan jernih  menjadi salah satu sajian selama perjalanan. Setelah puluhan bukit dan lembah dilalui, akhirnya kami tiba di desa Rerebe. Kami singgah sejenak di warung untuk membeli makanan untuk dinikmati ketika sampai di lokasi nantinya.
Dari pusat desa ke lokasi air terjun kita masih harus melewati beberapa ladang milik warga sekitar yang kali ini jalannya masih berupa tanah. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Air Terjun dan Telaga Biru Rerebe hadir di pelupuk mata. Baru melihat saja rasanya begitu menyegarkan, apalagi di saat cuaca yang cukup terik. Pohon-pohon yang masih rindang di sekitar lokasi membuat daerah sekitar telaga terasa sejuk. Begitu sampai langsung saja saya mengeluarkan kamera andalan untuk mengabadikan salah satu tempat terindah yang diciptakan Tuhan ini. Lelah mengambil gambar, kami pun menyantap makanan yang telah kami beli sebelumnya. Setelah perut terisi dan tenaga pun kembali, gemuruh air terjun dan air di telaga seolah mengajak kita untuk merasakan segarnya menyeburkan diri ke dalamnya, maka akhirnya kami pun menikmatinya dengan bermain air dan berenang di telaga biru tersebut.
air terjun dan telaga rerebe

Kurang pas rasanya mengunjungi Gayo Lues tanpa menikmati kopi luwak khas gayo. Kopi luwak Gayo ini memang telah terkenal di seantero dunia. Tempat terbaik menikmati kopi ini adalah langsung di tempat pengolahannya, salah satunya yakni di desa Genting, Kecamatan Pining.  Selain menikmati kopi yang konon untuk secangkir kopi harganya mencapai ratusan ribu di kota besar ini, kita juga dapat bercengkrama dengan para luwak penghasil biji kopi terbaik ini, tentunya dengan ditemani sang pawang sekaligus pemilik kedai kopi tersebut.
kopi luwak yang sedang dijemur setelah "diproses"
penulis bersama luwak dan pawang

Nilai tambah menikmati kopi di kedai ini adalah selain murah kita juga bisa mendapatkan pemandangan alam berbukit yang begitu menakjubkan dari sekitar kedai. Rasanya hilang rasa lelah dan semua masalah kehidupan saat kita berada di sini. Keramahan pemilik kedai juga menjadi kredit poin tersendiri bagi kedai ini. Jangan lupa untuk membeli kopi luwak Gayo asli yang tentunya harga disini dibanderol jauh lebih murah dibandingkan dengan di toko lain di kota ini apalagi di kota besar lainnya. Mari kita berkunjung ke Gayo Lues.