![]() |
| Sungai dalam perjelanan menuju air terjun Rereba |
Gayo Lues merupakan salah satu
kabupaten di Aceh yang hampir seluruh wilayahnya terletak di dataran tinggi
selain Kabupaten Aceh Tengah. Jika mendengar kata Gayo, maka tiga hal yang
terpikir oleh kita adalah suku, kopi, dan tarian khas. Tidak salah memang jika
kita berpikir demikian, karena tiga hal tersebut yang melekat dengan kata Gayo.
Namun tahukah Anda, bahwa Gayo
Lues sebenarnya juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah indah dengan
objek wisata dalam negeri dan luar negeri sekalipun. Melimpahnya pohon pinus dan
kesejukan udara di Gayo Lues dapat membawa kita bagaikan berada di Montana , Amerika
Serikat. Julukan “Negeri Seribu Bukit”
memang sangat pantas disematkan untuk wilayah ini karena memang kontur
alamnya yang berbukit-bukit. Ketika saya berkunjung ke Gayo Lues, saya memulai
perjalanan dari kota Takengon. Jam 2 dini hari mobil L300 menjemput saya untuk
beranjak meninggalkan Takengon menuju Blangkejeren, yang merupakan ibukota Gayo
Lues. Sekitar jam 9 pagi mobil yang saya tumpangi telah sampai di kantor BPS
Kabupaten Gayo Lues, dimana teman saya yang akan mengantar saya berkeliling
telah menunggu. Objek pertama yang saya kunjungi setelah rehat sejenak adalah
air terjun bertelaga biru di desa Rerebe, kecamatan Tripe Jaya yang dapat
ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan sepeda motor dari Blangkejeren.
Perjalanan menuju air terjun
Rerebe menyuguhkan pemandangan alam yang mirip dengan latar tempat di film
series “Twilight” yakni jalanan berbukit
dengan dipenuhi susunan pohon pinus di
pinggir jalan dan hampir sejauh mata memandang. Sesekali kita akan melewati
desa yang dipenuhi dengan pemukiman warga dan beberapa hamparan sawah. Namun
begitu keluar dari desa maka pohon pinus lah yang setia menemani perjalanan
kita. Sungai yang membelah bukit begitu bersih dan jernih menjadi salah satu sajian selama perjalanan.
Setelah puluhan bukit dan lembah dilalui, akhirnya kami tiba di desa Rerebe.
Kami singgah sejenak di warung untuk membeli makanan untuk dinikmati ketika
sampai di lokasi nantinya.
Dari pusat desa ke lokasi air
terjun kita masih harus melewati beberapa ladang milik warga sekitar yang kali
ini jalannya masih berupa tanah. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan
akhirnya Air Terjun dan Telaga Biru Rerebe hadir di pelupuk mata. Baru melihat
saja rasanya begitu menyegarkan, apalagi di saat cuaca yang cukup terik.
Pohon-pohon yang masih rindang di sekitar lokasi membuat daerah sekitar telaga
terasa sejuk. Begitu sampai langsung saja saya mengeluarkan kamera andalan untuk
mengabadikan salah satu tempat terindah yang diciptakan Tuhan ini. Lelah
mengambil gambar, kami pun menyantap makanan yang telah kami beli sebelumnya.
Setelah perut terisi dan tenaga pun kembali, gemuruh air terjun dan air di
telaga seolah mengajak kita untuk merasakan segarnya menyeburkan diri ke dalamnya,
maka akhirnya kami pun menikmatinya dengan bermain air dan berenang di telaga
biru tersebut.
![]() |
| air terjun dan telaga rerebe |
Kurang pas rasanya mengunjungi
Gayo Lues tanpa menikmati kopi luwak khas gayo. Kopi luwak Gayo ini memang telah
terkenal di seantero dunia. Tempat terbaik menikmati kopi ini adalah langsung
di tempat pengolahannya, salah satunya yakni di desa Genting, Kecamatan Pining.
Selain menikmati kopi yang konon untuk
secangkir kopi harganya mencapai ratusan ribu di kota besar ini, kita juga
dapat bercengkrama dengan para luwak penghasil biji kopi terbaik ini, tentunya
dengan ditemani sang pawang sekaligus pemilik kedai kopi tersebut.
![]() |
| kopi luwak yang sedang dijemur setelah "diproses" |
![]() |
| penulis bersama luwak dan pawang |
Nilai tambah menikmati kopi di
kedai ini adalah selain murah kita juga bisa mendapatkan pemandangan alam
berbukit yang begitu menakjubkan dari sekitar kedai. Rasanya hilang rasa lelah
dan semua masalah kehidupan saat kita berada di sini. Keramahan pemilik kedai
juga menjadi kredit poin tersendiri bagi kedai ini. Jangan lupa untuk membeli
kopi luwak Gayo asli yang tentunya harga disini dibanderol jauh lebih murah
dibandingkan dengan di toko lain di kota ini apalagi di kota besar lainnya.
Mari kita berkunjung ke Gayo Lues.




