Selasa, 24 Februari 2015

Danau Laut Tawar, Saat Air Laut Tidak Lagi Asin

Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah
Mendengar kata laut, slah satu yang terlintas di pikiran kita adalah air asin. Namun pemikiran itu akan menjadi aneh saat kita mendengar kata "Danau Laut Tawar", karena laut kenapa bisa tawar?. Ya begitulah nama danau ini, masyarakat menamai Laut karena begitu luasnya danau tersebut dan rasa tawar yang ada di air danau tersebut sehingga menjadikan danau tersebut menjadi Danau Laut Tawar.
Matahari yang bersinar cerah tidak serta merta membuat cuaca menjadi panas saat saya memasuki kota Takengon, Aceh Tengah.  Hal tersebut dikarenakan kota Takengon yang termasuk dalam daerah dataran tinggi di Tanah Rencong. Sesampainya di kantor BPS Aceh Tengah yang jadi persinggahan saya,  saya hanya menaruh barang bawaan saya dan beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan untuk menikmati salah satu danau terindah di dunia, yaitu Danau Laut Tawar.
Tujuan pertama saya untuk menikmati Danau Laut Tawar adalah Panton Terong. Panton Terong sendiri adalah sebuah bukit yang menjadi salah satu titik terbaik untuk menikmati pemandangan Danau Laut Tawar,  karena dari tempat tersebut kita dapat melihat keseluruhan kota Takengon, hamparan Danau Laut Tawar yang hampir menyeluruh serta perbukitan yang mengelilingi  danau menjadi satu kesatuan yang  bila melihatnya mata kita seakan sedang disuguhi sebuah hidangan panorama  yang paling lezat. Belum lagi jika ada langit cerah yang dihiasi awan biru serta gumpalan awan yang menggantung di udara di sekitar bukit, itu semakin menambah kelezatan hidangan pemandangan di depan kita jika berada di Panton Terong. Terletak di atas bukit  kita tidak perlu khawatir kepanasan walaupun kita datang kesana dalam cuaca yang terik, karena ada semacam pondokan yang bisa menaungi kita untuk bersantai menikmati keindahan pemandangan. Di dalam pondokan itu kita bisa melakukan aktivitas makan bersama atau sekedar menyeruput kopi khas gayo yang tentunya harus kita siapkan sebelum kita berangkat kesana.
pemandangan dari bukit sekitar danau

pondokan di panton terong

Bila kurang puas dari bawah pondokan, kita bisa menuju anjungan yang persis berada di bibir jurang bukit. Dari sana kita bisa memandangi landscape alami yang merupakan lukisan alam yang begitu megah searah 360o kemanapun mata kita memandang tanpa halangan apapun. Bila kita berada di anjungan itu kita akan merasakan breathtaking moment  yang disebabkan begitu dekatnya kita dengan ujung jurang sekaligus kepuasan kita memandang keanggunan pemandangan Danau Laut Tawar dan kota takengon yang tersaji di titik tersebut.
pemandangan dari panton terong membuat nafas berhenti untuk sesaat

Beranjak dari bukit Panton Terong, kita dapat menikmati Danau Laut tawar sembari makan siang dan menikmati rujak buah khas takengon di warung-warung yang berada tepat berada di pinggir danau. Di tengah danau terdapat jermal-jermal tempat masyarakat berbudidaya ikan air tawar. Kebetulan dari warung yang kami singgahi terdapat rakit untuk menyebrang ke jermal tersebut.  Pemandangan yang disajikan dari pinggir maupun dari tengah danau tidak kalah indah dengan apa yang dapat disaksikan dari atas bukit. Dari bawah sini, kita dapat melihat kegagahan bukit - bukit di sekitar danau yang mengelilingi Danau Laut Tawar. Para nelayan maupun masyarakat yang berbudidaya ikan lokal yang sedang beraktifitas juga bisa kita saksikan di sini. Alangkah sempurnanya persinggahan di warung itu dengan menu ikan bakar spesial yang disajikan begitu nikmatnya.
view from beside the lake

view dari jermal nelayan lokal

Jangan lupa memasukkan Danau Laut Tawar dalam rencana perjalanan jika Anda ingin merasakan  keindahan alam, atmosfir kharismatik keramahan suku gayo, serta kuliner spesial yang dapat kita nikmati dengan pemandangan yang luar biasa.