Sabtu, 07 September 2013

Puncak Merapi, Saat Sumber Erupsi Begitu Dekat.





Gunung Merapi yang sempat erupsi hebat pada tahun 2010 dan memakan banyak korban,baik manusia, hewan bahkan materi lainnya masih menjadi gunung berapi teraktif di dunia sampai saat ini. Ya dunia, bukan hanya Indonesia, menjadikan gunung ini sangat menantang untuk dapat kita jelajahi sampai puncaknya. Sampai di puncak Merapi merupakan pengalaman yang  sangat luar biasa. Suara gemuruh dari kawah yang sesekali  menyeruak seakan selalu siap mengeluarkan materialnya saat kita disana membuat adrenalin terus terpacu. Belum lagi angin kencang yang selalu berhembus kencang menggiring awan tebal di sekitar puncak bergerak naik menimbulkan rasa dingin yang dapat menusuk tulang dan sangat mengusik kestabilan tubuh yang sudah lelah melangkah dari bawah. Pasir vulkanik yang ikut terbawa angin menyebabkan tangan menjadi sering menyeka mata untuk dapat melihat dengan jelas.

 Batu-batu  vulkanik besar yang berserak di jalur yang tidak begitu jelas menggambarkan betapa dahsyatnya gunung ini saat melakukan aktivitas erupsinya. Di kejauhan kita akan disuguhkan penampakan  para  gunung ‘tetangga’ dari gunung yang menjadi salah satu simbol Kesultanan Yogyakarta ini. Hamparan yang tidak begitu luas di sekitar puncak mengharuskan kita untuk selalu waspada saat berada di sana, karena bibir kawah utama ada di samping kita dan selalu menganga untuk dapat menerima objek apapun yang bisa masuk ke dalamnya. Pemandangan yang senantiasa menakjubkan akan membuat kita terus bersyukur terhadap nikmat Tuhan yang diberikan dan juga rasa bangga menjadi warga negara dari Republik Indonesia.  Karena hanya dengan nikmat-Nya lah raga kita dapat sampai di puncak gunung teraktif di dunia, Gunung Merapi, dan dapat kembali dengan selamat serta dengan nikmat-Nya pula negeri ini menjadi begitu indah dengan segala kekayaannya untuk dapat dijelajahi.