Gunung Merapi yang sempat erupsi hebat pada tahun 2010 dan memakan banyak korban,baik manusia, hewan bahkan
materi lainnya masih menjadi gunung berapi teraktif di dunia sampai saat ini.
Ya dunia, bukan hanya Indonesia, menjadikan gunung ini sangat menantang untuk
dapat kita jelajahi sampai puncaknya. Sampai di puncak Merapi merupakan
pengalaman yang sangat luar biasa. Suara
gemuruh dari kawah yang sesekali
menyeruak seakan selalu siap mengeluarkan materialnya saat kita disana
membuat adrenalin terus terpacu. Belum lagi angin kencang yang selalu berhembus
kencang menggiring awan tebal di sekitar puncak bergerak naik menimbulkan rasa
dingin yang dapat menusuk tulang dan sangat mengusik kestabilan tubuh yang
sudah lelah melangkah dari bawah. Pasir vulkanik yang ikut terbawa angin
menyebabkan tangan menjadi sering menyeka mata untuk dapat melihat dengan
jelas.
Batu-batu vulkanik besar yang berserak di jalur yang
tidak begitu jelas menggambarkan betapa dahsyatnya gunung ini saat melakukan
aktivitas erupsinya. Di kejauhan kita akan disuguhkan penampakan para
gunung ‘tetangga’ dari gunung yang menjadi salah satu simbol Kesultanan
Yogyakarta ini. Hamparan yang tidak begitu luas di sekitar puncak mengharuskan
kita untuk selalu waspada saat berada di sana, karena bibir kawah utama ada di
samping kita dan selalu menganga untuk dapat menerima objek apapun yang bisa
masuk ke dalamnya. Pemandangan yang senantiasa menakjubkan akan membuat kita
terus bersyukur terhadap nikmat Tuhan yang diberikan dan juga rasa bangga
menjadi warga negara dari Republik Indonesia.
Karena hanya dengan nikmat-Nya lah raga kita dapat sampai di puncak
gunung teraktif di dunia, Gunung Merapi, dan dapat kembali dengan selamat serta
dengan nikmat-Nya pula negeri ini menjadi begitu indah dengan segala
kekayaannya untuk dapat dijelajahi.


