Senin, 20 Oktober 2014

Puas Keliling Jogja Cuma Sehari?? Bisa Aja..

Candi Prambanan

Cerita berawal ketika saya dan teman saya maul akan ke surabaya untuk memulai tur jawa-bali-lombok. Namun apa mau dikata,tiket kereta semua kelas untuk hari yang ditentukan yang langsung ke surabaya ternyata habis. Akhirnya kita memutuskan untuk naik kereta ke Jogja lalu lanjut ke Surabaya naik kereta lagi.Perjalanan Jakarta-Jogja cukup nyaman. Pagi hari sekitar pukul 6, kita sampai di stasiun Lempuyangan, Yogyakarta a.k.a Jogja. Dari dulu saya masih kurang paham kenapa Yogyakarta dibilang Jogja, huruf Y diganti jadi J. Padahal pada kata yang lain, huruf J jadi Y, kaya di kata "BAJAJ", bacanya jadi bajay, ga konsisten ya bahasa kita. Ya sudahlah,hehe. Begitu sampai di stasiun, hal pertama yang kita cari adalah tiket ke Surabaya, karena besok kita harus sudah berada di Surabaya untuk naik KA.Mutiara Timur yang tiketnya sudah dibeli sama Radit, teman saya dari Malang. Alhamdulillah, kita dapat tiket Gaya Baru Malam yang berangkat sekitar jam 9 malam, seharga 31.500.

Tiket dapat, perut pun teriak, akhirnya kita menyerbu angkringan di sekitar St. Lempuyangan untuk sarapan. Awalnya di angkringan kita cuma pesan teh hangat, karena merasa nasi kucing kurang pas untuk ukuran sarapan kita. Untungnya ada penjual soto campur dekat angkringan, jadi kita pesan soto ayam campur yang harganya cuma 5rb/porsi. Klo nambah sate ati cuma seribu/tusuk. Selesai sarapan kita mau melanjutkan perjalanan, tapi badan kayanya butuh penyegaran, jadilah kita cari toilet umum buat mandi dll. Kemudian kita singgah untuk bersih-bersih di toilet umum dekat St. Lempuyangan, yang dsitu juga ada parkiran motor inap. Rencananya kita juga mau nitip tas kita yang segede gaban biar jalan-jalannya lebih santai aja. Tapi ternyata di parkiran motor itu tidak bersedia untuk ditiipkan tas. Tanya sana sini, akhirnya tas kita bisa dititipkan di masjid stasiun, dengan biaya seikhlasnya. Alhamdulillah. 

Setelah dapat penitipan tas, kita bingung mau kemana, karena sebenarnya jalan-jalan di Jogja tidak masuk agenda kita. Keputusan pun diambil, kita meninggalkan St.Lempuyangan menuju ke halte Trans Jogja terdekat. Naik Becak kena 10rb, agak mahal , tapi ya kasian juga sama tukang becaknya. Begitu sampai di halte kita bingung lagi mau kemana. Tanya-tanya sama petugas trans jogja, kayanya Candi Prambanan cukup menarik untuk mengisi waktu. Ongkos naik trans Jogja cuma 3 ribu/orang. Di Perjalanan kita sempat membandingkan antara Trans Jogaj dengan Trans Jakarta. Saya merasa Trans Jogja lebih manusiawi dibandingkan dengan Trans Jakarta, karena petugasnya yang lebih ramah. Sekitar 50 menit kita sampai di Shelter andi Prambanan. Kita bingung lagi mau naik apa dari shelter ke komplek Candi, akhirnya kita naik becak lagi, dan bayar 10 ribu lagi. Sampai di gerbang loket candi beli tiket dengan HTM 20 ribu, klo mau paket tur ke candi ratu boko, HTM 30 ribu. Kita pilih yang 20 ribu aja. Di kawasan Candi Prambanan ada juga Candi sewu dan candi Lumbung. Cuaca disana panas bgt, jadi disarankan kalau mau ke sana bawa payung atau minimal topi kalau malu pakai payung. Kalau ga bawa payung atau topi jangan khawatir, karena di sana ada yang menyewakan payung dan juga ada yang jualan topi di pasar souvenir sebelum loket. Selain itu kalau disarankan pula memakai kaca mata hitam, agar mata tidak terlalu sakit kena silaunya matahari. Melihat Candi Prambanan yang megah merupakan pengalaman pertama bagi saya. Ternyata bagus juga candinya, tidak terbayang bagaimana orang-orang zaman kerajaan bisa bikin candi yang begitu megah. Tapi sayangnya waktu kita disana lagi ada bagian candi yang sedang direnovasi, jadi ada beberapa tempat yang tidak dapat kita kunjungi. Setelah lelah berputar-putar komplek candi, minuman segar adalah sesuatu yang wajib hukumnya. Berjalan lumayan jauh akhirnya kita beli minum di sebuah restoran. Dekat restoran yang jual minuman ada pohon jambu mete a.k.a jambu monyet, teman saya maul katanya lagi ngidam sama jambu itu (kurang tau juga maul sudah hamil berapa bulan,hhe), minta izin sama orang resto buat minta jambu, diizinin,maka langsung aja kita ambil jambu sekitar 3 biji. Rasanya sepet agak asam,tapi banyak sekali mengandung air, sangat mendukung untuk cuaca yang lagi panas-panasnya. Boleh dicoba kalau ada yang berkunjung kesana. Sambil makan jambu kita akan melewati penangkaran rusa sebelum sampai ke pasar souvenir dan pintu keluar.
Maul Bergaya Di Komplek Candi


Topi sangat penting di Prambanan yang Panas





Lelah setelah mengunjungi Candi Prambanan perut sudah mulai teriak minta diisi,kita pun langsung makan di angkringan dekat pintu masuk kawasan Candi. Saya makan dengan menu nasi kucing ikan, tempe goreng 2 dan minumnya es tawar cuma bayar 3 ribu aja,murah kan.

Sehabis makan kita sholat di masjid dekat komplek Masjid, masjidnya kental dengan ornamen jawa. Setelah sholat kita berangkat menuju taman pintar. Tujuan ini juga baru ditetapkan setlah kita sampai di shelter Trans Jogja. Sesampainya di Taman Pintar ternyata sedang ada acara dari Walikota Jogja. Kita sempat sholat dan mengisi baterai handphone di mushola taman pintar. Karena waktu yang sudah sore, kita memutuskan untuk tidak masuk ke gedung, karena sebentar lagfi tutup. Jadi kita hanya sempat foto-foto dan mengunjungi tempat yang di luar gedung. Di luar gedung pun menurut saya sudah sangat bagus dan informatif. Ada beberapa wahana yang cukup interaktif, seperti taman air mancur yang cukup membuat segar kalau lagi kepanasan dan juga ada prasasti yang berisi riwayat presiden-presiden Indonesia yang dilengkapi dengan suara dari setiap presiden. Mungkin yang paling menonjol dan menarik perhatian saat kita datang adalah gong besar yang berisi lambang seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia. Selai itu ada pula miniatur desa yang bertema " Desaku Permai". Setelah dari Taman Pintar kita sempat makan makanan yang baru saya temui di Jogja yaitu Burger Jamur. Burger dengan isi daging buatan dari jamur. Rasanya cukup lezat untuk burger seharga 5 ribu rupiah.
Gedung Oval,Taman Pintar berisi berbagai pengetahuan


Patung jadi sumber informasi atraktif

Plasa Air Mancur, bikin segar di waktu panas :-)


Taman Pintar yang mengagumkan kita tinggalkan, lalu kita lanjut berjalan ke alun-alun keraton untuk menikmati sore hari kota jogja. Sepanjang perjalanan kita melihat gedung-gedung bergaya klasik yang masih berdiri kokoh. Salah satunya dijadikan kantor pos. Lalu dilanjutkan dengan mengunjungi Masjid dekat keraton Jogja. Saat Hari Senja kita beranjak ke jalan Malioboro sebelum akhirnya kembali ke St. Lempuyangan dengan Trans Jogja untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sungguh perjalanan sehari yang di luar dugaan. Niat hati hanya ingin transit di Jogja, ternyata Saya dan teman saya maul telah mengunjungi Candi Prambanan, Taman Pintar, Keraton Jogja, dan Malioboro hanya dalam waktu kurang dari 18 jam, ditambah bonus mencicipi jambu monyet khas prambanan dan Burger Jamur menjadi pengalaman transit yang paling menarik buat Saya. 

Ayo kita ke Jogja, walaupun waktumu sempit dan tidak ada kendaraan pribadi ternyata bukan alasan untuk tidak dapat berwisata dan menikmati eksotika di kota budaya, Yogyakarta.

Jumat, 07 Maret 2014

Tantangan dan Keajaiban di Air Terjun 2 Warna



Sumatera Utara, jika kita mendengar nama provinsi itu dan mengaitkannya dengan tempat wisata mungkin langsung terbesit di benak kita adalah danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia. Namun sebenarnya tidak hanya danau Toba yang bisa membuat kita berdecak kagum dengan keindahannya jika kita pergi ke provinsi yang didominasi oleh suku Batak ini. Kalau kita ingin ke danau Toba cukup jauh dari Medan, maka kali ini saya mencoba mengangkat tempat yang tidak jauh dari kota Medan, yaitu Sibolangit, tepatnya ke Air Terjun 2 Warna yang terletak masih di kaki Gunung Sibayak.  Perjalanan menuju lokasi dari kota Medan dapat ditempuh hanya dalam satu jam perjalanan. Bila kita tidak membawa kendaraan pribadi, dengan kendaraan umum kita bisa menaiki angkutan umum yang menuju Berastagi dan kita dapat turun di depan Bumi Perkemahan Sibolangit. Sesampainya di Bumi Perkemahan, kita harus mendatangi Pos pendaftaran untuk mendaftar dan mendapat guide yang akan menjadi penunjuk jalan kita mencapai lokasi air terjun. Dari gerbang Bumi Perkemahan memang tidak begitu jelas tanda arahan menuju pos pendaftaran ke air terjun ini, namun orang-orang sekitar bisa menginformasikan dengan jelas jika kita bertanya.
Berdoa dan sedikit briefing  dilakukan sebelum memulai perjalanan. Saat pertama memasuki hutan ada paralon yang terbuka dan menyemburkan air dari mata air alami yang memang bisa langsung dikonsumsi, jadi kita bisa mengisi botol air minum kita di situ untuk bekal selama di perjalanan. Di awal perjalanan kita akan menyusuri aliran air kecil dari atas gunung yang sudah dibuat sangat rapi. Setelah itu kita akan menemui pintu air yang cukup besar yang digunakan untuk mengatur debit air saat debit air cukup deras. Setelah itu perjalanan akan didominasi jalur hutan yang selalu menanjak. Dibutuhkan kesabaran dalam menempuh perjalanan ini. Sesekali kita bisa melihat burung-burung yang ada di hutan hinggap di dahan sekitar pohon yang kita lewati.
Perjalanan menanjak akan berakhir sampai kita bertemu turunan yang sangat curam untuk dilewati. Disitulah tantangan sekaligus hal yang mengasyikkan dalam perjalanan menuju air terjun 2 warna ini. Namun kita tidak perlu khawatir, karena ada tali yang telah terpasang untuk membantu kita turun. Walaupun sudah ada tali, perlu kewaspadaan ekstra  saat kita menuruni jalur tersebut karena tanah yang licin di sekitar jalur. Selepas turunan yang curam kita akan menjumpai sungai yang bersih dipenuhi batu-batu sungai yang besar. Disini kita sudah sedikit diberikan pesona air sungai yang berwarna biru dan warna abu-abu yang berasal dari air terjun di hulu sungai. Sangat menenangkan saat melewati jalur ini, hijaunya pepohonan ditambah suara gemericik aliran sungai yang dengan perlahan mengalir akan menambah semangat kita untuk mencapai tempat utama air terjunnya. Jalur setelahnya didominasi menyeberangi dan mengikuti aliran sungai menuju air terjun. Sekitar 15 menit menyusuri sungai, maka kita akan disuguhkan oleh pemandangan yang luar biasa indah dan sangat memanjakan mata, yaitu Air Terjun 2 warna. Dua warna bukan sekedar nama, dua warna disini memang mewakili dua air terjun yang ada di tempat itu. Air terjun dengan air berwarna biru yang menjulang tinggi di sebelah kiri dan air terjun berwarna putih cenderung abu-abu akibat adanya kandungan belerang yang ada di sebelah kanan.
Air Terjun Berwarna Biru bersuhu dingin 
Air Terjun berwarna putih bersuhu hangat

Perbedaan air terjun 2 warna tersebut tidak hanya ada pada warna, tetapi juga pada suhu air yang mengalir pada dua aliran yang berbeda tersebut. Pada air terjun yang berwarna biru kita akan merasakan air yang dingin saat berada di sekitarnya sehingga tubuh akan terasa sangat segar bila kita ada disana, namun pada air terjun lainnya kita akan merasakan air hangat yang dapat merelaksasi  tubuh kita setelah perjalanan yang cukup menguras tenaga dari pos kedatangan. Karunia ALLAH memang luar biasa, tidak ada hal yang tidak dapat Dia perbuat. Keajaiban dua air terjun yang berdekatan tetapi memiliki warna dan suhu ini menjadi salah satu bukti Keagungan-Nya. Jadi, suatu yang berharga jika Anda bisa datang ke air terjun menakjubkan ini yang sangat berbeda dari air terjun manapun yang ada di Indonesia, bahkan mungkin dunia, dia adalah Air terjun 2 warna.
Keindahan Air Terjun 2 warna